Sinar Matahari Untuk Bayi

Sinar Matahari Untuk Bayi

2015-02-11-08-05-31_deco

Hindari paparan sinar matahari pada bayi, terutama pada jam 10 pagi hingga 2 siang, di mana radiasi sinar matahari sangat kuat

Lakukan proteksi dengan cara:
√ Lindungi bayi sebisa mungkin dengan berteduh. Hal ini dapat mengurangi papar UV hingga 50%
√ Pakaikan baju yang tertutup dari bahan katun yang nyaman dan topi berdaun lebar
√ Sunscreen aman diberikan pada bayi usia di atas 6 bulan, dengan catatan jenis yang digunakan adalah physical sunscreen yang mengandung titanium oxide / zinc oxide dengan SPF 30 atau lebih, dan berlabel broad spectrum serta waterproof
√Aplikasikan sunscreen sekitar 15-30 menit sebelum bepergian pada wajah, punggung tangan dan kaki, ujung telinga dan belakang leher. Pemakaian perlu diulang setiap 2 jam √ Bila bayi berusia kurang dari 6 bulan dan tidak dapat menghindari pajanan matahari, pakaikanlah sunscreen dengan SPF 15 di pipi dan punggung tangan saja

SUMBER: IDAI- Memilih Produk Kulit Bayi

@doctorpreneurs

Advertisements
Fase Psikoseksual Freud

Fase Psikoseksual Freud

image

Dalam perjalanannya, manusia memiliki beberapa fase perkembangan kepribadian. Berikut fase perkembangan psikoeseksual menurut Freud:
.
• Fase oral (0-1 tahun), di mana bayi cenderung memasukkan sesuatu pada mulut (jari, mainan, dsb)
• Fase anal (1-3 tahun), anak cenderung buang air besar/kecil di sembarang tempat
• Fase phallic (3-6 tahun), di mana anak cenderung mengikuti gaya ayah, anak lelaki lebih suka ibu dan sebaliknya
• Fase laten (6-pubertas), anak lebih senang dengan teman sebayanya
• Fase genital (pubertas-dewasa), tertarik dengan lawan jenis

Perilaku menyimpang saat dewasa bisa disebabkan karena ketidakpuasan anak di setiap fasenya.
Misal, bila fase oral anak tidak terlewati dengan baik, perilaku saat dewasa cenderung perokok, peminum, menggigit kuku dsb.

Masih banyak contoh lain penyimpangan yang terjadi karena fiksasi/ ketidakpuasan di tiap fase.
Oleh karena itu, biarkan anak berkembang pada “fasenya” masing-masing, jangan pernah melarang atau mengancamnya.

Teori ini beragam, salah satu referensi rujukan dapat diperoleh di sini

Semoga bermanfaat 🙂

 

Fase Oral Bayi

Fase Oral Bayi

imageBiarkan saat bayi (0-1 tahun) memasukkan jari atau benda ke mulut, karena pada umur tersebut bayi mengalami fase oral. Tentunya ibu wajib memperhatikan keamanan benda yang masuk ke mulut bayi dan mengawasinya.

Melarang bayi mengemut jarinya sama dengan menghambat salah satu fase perkembangan jiwa bayi.

Simak fase perkembangan jiwa menurut Freud di postingan berikutnya.

Semoga bermanfaat! 🙂

TUNTASKAN DIARE ANAK

TUNTASKAN DIARE ANAK

image

Cegah diare pada anak, perhatikan beberapa hal ini:

• Biasakan cuci tangan sebelum memegang anak, cuci tangan sebelum anak makan, seusai BAB dan BAK, usai bepergian & bermain
• Hindari membuat perubahan besar saat pemberian makan pada anak, kenalkan makanan baru sedikit dan bertahap
• Cuci bersih buah & sayuran, masak makanan hingga matang
• Pilih dan gunakan air minum yang sudah dimasak hingga mendidih
• Cek susu yang diminum anak. Beberapa mengalami intoleransi laktosa (komponen gula pada susu) yang membuatnya diare
• Cek obat-obatan yang dikonsumsi. Beberapa obat bisa menyebabkan diare

Angka kesakitan dan kematian akibat diare masih cukup tinggi. Tuntaskan diare, konsultasi dengan dokter terdekat anda.

Follow @doctorpreneurs untuk informasi kesehatan lainnya.

KEJANG DEMAM

KEJANG DEMAM

image

Demam tinggi pada bayi dan anak usia kurang dari 5 tahun, dapat memicu terjadinya kejang demam. Saat bayi kejang, pertolongan pertama yang harus dilakukan:
• Tidak panik, lindungi anak dari kemungkinan cedera saat kejang
• Tempatkan badan & kepala anak dengan posisi miring
• Jangan menahan gerakan kejang yang sedang terjadi
• Jangan memasukkan sesuatu ke mulut (jari, obat, dsb)

Cegah kejang demam pada anak dengan:
1. Mengompres bayi saat demam
2. Beri obat penurun panas
3. Beri obat dubur pencegah kejang (atas saran dokter)

Setelah kejang berakhir, konsultasi ke dokter untuk mencari pemicu kejang demam, serta mendapat saran dan obat untuk pencegahan kejang demam berikutnya.

Dari berbagai sumber.
Follow instagram @doctorpreneurs untuk info kesehatan lainnya 🙂

Anak Diare

Anak Diare

Diare Anak

“Berobat ke dokter X cuma dapat oralit! Tahu gitu mending beli obat anti diare di warung!” keluh ibu A.

“Biar ibu bawa  anak ibu ke profesor doktor dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi juga bakal dapat obat yang sama kale!” dokter X mengeluh dalam hati.

Begitu kira-kira yang terjadi di masyarakat, khususnya para ibu. Anggapan bahwa oralit bukan obat diare nampaknya masih merajalela. Sebenarnya apa sih isi oralit, kok bisa jadi obat? Apa pula obat putih yang harus diminum sepuluh hari? Atau minuman probiotik yang diberi saat anak diare? Monggo dicek..

Diare merupakan kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lebih lembek atau cair dan frekuensi lebih sering, biasa tiga kali atau lebih dalam sehari. Penyebabnya bisa karena infeksi (virus, bakteri, parasit), alergi, keracunan, dan sebagainya. Penyebab paling sering karena infeksi dan keracunan. Diare cair akut pada anak di bawah lima tahun paling banyak disebabkan oleh infeksi rotavirus.

Diare bisa menyebabkan kematian karena kurangnya cairan dalam tubuh atau dehidrasi. Oleh karena itu, penanganan diare dengan oralit memang sangat penting. Oralit berisi campuran garam elektrolit yang berfungsi mengganti cairan dan elektrolit yang terbuang saat diare. Sayang, orangtua kurang mengerti betapa pentingnya minuman berkhasiat ini dan sebagian besar anak kurang doyan dengan oralit, padahal saat ini sudah banyak kemasan oralit yang rasanya “enak” di lidah.

Obat putih yang diminum selama 10 hari? Namanya Zinc. Obat ini ada berbagai macam bentuk, yang saya tahu bentuk tablet, sirup dan serbuk. Dengar-dengar rasanya pahit dan anak kurang doyan. Tapi tenang saja, sama dengan oralit, saat ini perusahaan farmasi sudah memproduksi bermacam rasa produk zinc dan oralit. Beberapa orangtua mengatakan setiap habis minum zinc, bikin muntah. Dari sumber yang saya baca muntah bukan efek samping zinc, jika pemberian sesuai dosis seharusnya.

Saat diare, anak akan kehilangan zinc dalam tubuhnya. Pemberian zinc mampu menggantikan kandungan zinc yang hilang dalam tubuh dan mempercepat penyembuhan. Banyak ya manfaat Zinc!

Obat zinc diberikan sekali sehari selama 10 hari berturut-turut meski diare sudah berhenti,  karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mencegah risiko terulangnya diare selama 2-3 bulan setelah anak sembuh diare. Dosisnya tergantung usia, silahkan konsul ke dokter anda. Zinc bisa dilarutkan dengan satu sendok air matang atau ASI. Zinc yang dilarutkan dengan baik akan menyamarkan rasa metalic dari zinc. Untuk anak yang lebih besar, zinc bisa dikunyah.

Apa anak diare perlu probiotik? Kalau yang ini belum direkomendasikan WHO (World Health Organization), karena masih kurangnya bukti ilmiah dari penelitian. Selain itu harga probiotik juga perlu diperhitungkan.

Yang perlu dicatat, tidak semua anak diare perlu antibiotik. Antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi, seperti diare berdarah atau diare karena kolera serta diare dengan disertai penyakit lain. Pemberian antibiotik bisa mengakibatkan resistensi kuman (kuman tidak mempan), membunuh kuman normal yang ada dalam tubuh, dan tentunya berefek samping. Begitupula anti diare yang seharusnya tidak boleh diberikan. Anti diare tidak boleh diberikan karena ketika diare, tubuh akan memberi reaksi peningkatan gerak usus untuk mengeluarkan kotoran atau racun. Anti diare akan menghambat gerakan itu, sehingga kotoran yag seharusnya dikeluarkan, justru dihambat. Anti diare juga dapat menyebabkan efek samping usus terlipat/terjepit.

Ayo para tenaga kesehatan, tuntaskan dengan LINTAS (Lima Langkah Tuntaskan) DIARE:

lintas diare

  1. Berikan oralit
  2. Berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut
  3. Teruskan ASI – Makan
  4. Berikan antibiotik secara selektif
  5. Berikan nasihat pada ibu/ keluarga

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga infonya bermanfaat!

Sumber: Buletin Diare DEPKES, Gambar

Hand Foot And Mouth Disease (HFMD)

Hand Foot And Mouth Disease (HFMD)

Hand Foot And Mouth Disease (HFMD).  Dari namanya mungkin sudah jelas di mana predileksi penyakit ini; tangan, kaki dan mulut (PTKM). Penyakit yang disebabkan infeksi virus ini beberapa hari belakangan sedang naik daun. PTKM biasanya menyerang bayi dan balita, tapi bisa juga mengenai orang dewasa. Penyebab paling umum adalah infeksi  Coxsackievirus A16, virus ini merupakan golongan Enterovirus.

PTKM diawali dengan demam, tidak nafsu makan, lemas dan nyeri pada tenggorok. Satu atau dua hari setelah demam, biasanya timbul luka dalam mulut (Herpangina) dan ruam pada kulit. Ruam berupa bintik kemerahan  biasanya terdapat pada telapak tangan dan kaki, berbentuk datar atau kadang sedikit menonjol dari permukaan kulit dan kadang melepuh. Selain di telapak tangan dan kaki, ruam juga bisa terdapat di siku, lutut, bokong atau daerah genital. Tidak semua gelaja pada penderita ada, bisa hanya ruam kulit atau luka dalam mulut saja.

PTKM menyebar melalui kontak dengan sekret hidung dan tenggorokan (seperti air liur, dahak atau ingus) dan cairan dalam lepuhan atau tinja penderita. Penyakit ini paling menular selama seminggu pertama penderita terinfeksi. Setelah gejala hilang virus masih bisa berada di tubuh, karena itu masih bisa menginfeksi orang di sekitarnya.

PTKM jarang menimbulkan komplikasi, tapi beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain meningitis, enchepalitis dan kuku lepas.

Tidak ada vaksin untuk mencegah timbulnya penyakit ini, untuk mencegahnya  cukup dengan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan air dan sabun serta menghindari kontak dengan sekret dari penderita.

Bila gejala ringan, tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, hanya perlu pengobatan untuk mengurangi gejala. Usahakan minum banyak walau tenggorokan terasa nyeri dan makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayur. Silahkan menghubungi dokter bila anda sakit dan semoga lekas sembuh 🙂

Sumber: CDC – Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD)