Syok Anafilaktik

Syok Anafilaktik

“Dok.. Dok.. Tolong lihat pasiennya! Sepertinya alergi!” Seorang perawat berteriak keras, berlari dari salah satu bilik di unit gawat darurat. Dengan langkah cepat saya bergegas menghampiri pasien. Perawat yang sigap memasang selang oksigen, memeriksa tekanan darah dan tanda vital lain.

“Tensinya 90 dok! Nadi 43!”

Jleg. Saya bergumam dalam hati. Segera saya periksa fisik pasien. Keringat mengucur dari seluruh tubuhnya, matanya sayup nyaris tak sadarkan diri. Ya Allah cobaan apa ini.. Sebelumnya kesadaran pasien baik, setelah disuntikan obat melalui selang infus mendadak fisiknya berubah.

“Saya masukkan deksametason ya, Dok?” seorang perawat menanyakan apa yang harus dia lakukan di saat akal saya hanya bisa membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya.

“Iya Pak! Satu ampul saja!”

Ya Tuhan.. Siang itu pasien saya mengalami syok anafilaktik. Satu penyakit yang dihindari semua dokter. Syok yang dalam beberapa detik bisa menghilangkan nyawa pasien.

Syok Anafilaktik merupakan keadaan alergi yang mengancam jiwa yang ditandai dengan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan penyempitan saluran pernafasan, menyebabkan penderita jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Hal ini biasanya dipicu oleh reaksi alergi yang disebabkan oleh respon sistem kekebalan tubuh yang abnormal terhadap benda asing.

Zat-zat kimia yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh sewaktu terjadi reaksi alergi menyebabkan pembuluh darah melebar, menurunkan tekanan darah secara mendadak dan penurunan aliran darah ke otak.

Karakteristik gejala dari syok anafilaktik termasuk nadi cepat, lemah, ruam pada kulit, mual, muntah dan anggota gerak yang hangat.

Penanganan dan pengobatany syok anafilaktik dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya. Pilihan pengobatan antara lain dengan antihistamin, epinefrin, kortikosteroid, pemblokir beta dan terapi oksigen.

Alhamdulillah saat itu Allah menolong saya, beberapa menit setelah obat anti alergi masuk, mendadak tanda vital kembali membaik. Berharap tak menemukan pasien anafilaktik lagi. Amin, InsyaAllah..

Sumber: Syok Anafilaktik

Advertisements

4 thoughts on “Syok Anafilaktik

  1. waa,, kinkiiiink,,, serem ya kalo ngadepin syok anafilaktik sendiri.. waduh, jd horor euy kalo ntr pulang trs praktek lagi, ilmu dokterny dah nyaris sirna… T_T
    ki itu praktek di mana?

    1. tyaaa…itu tahun lalu waktu praktek di soroako. serem banget, nyaris dituntut aye..soalnya di sana ga pake skin test sebelum injeksi AB,,yasud pas perawat masukin AB…ehh pasiennya keringat dingin mo pingsan gitu >.<.. untung perawatnya lihai2..hekhek..
      insyaAllah masih ingat kok, klo lupa yuk belajar lagi, hihi πŸ™‚

      1. iyaa masih di jogjaa ty..pokoknya ikut di mana suami berada :p

        ini baru mau ambil stetoskop yang tergantung..qiqiqi.
        jadi jangan tanya saya klo soal klinik lagi..kelamaan mangkir soalnya, hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s