Anak Diare

Anak Diare

Diare Anak

“Berobat ke dokter X cuma dapat oralit! Tahu gitu mending beli obat anti diare di warung!” keluh ibu A.

“Biar ibu bawa  anak ibu ke profesor doktor dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi juga bakal dapat obat yang sama kale!” dokter X mengeluh dalam hati.

Begitu kira-kira yang terjadi di masyarakat, khususnya para ibu. Anggapan bahwa oralit bukan obat diare nampaknya masih merajalela. Sebenarnya apa sih isi oralit, kok bisa jadi obat? Apa pula obat putih yang harus diminum sepuluh hari? Atau minuman probiotik yang diberi saat anak diare? Monggo dicek..

Diare merupakan kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lebih lembek atau cair dan frekuensi lebih sering, biasa tiga kali atau lebih dalam sehari. Penyebabnya bisa karena infeksi (virus, bakteri, parasit), alergi, keracunan, dan sebagainya. Penyebab paling sering karena infeksi dan keracunan. Diare cair akut pada anak di bawah lima tahun paling banyak disebabkan oleh infeksi rotavirus.

Diare bisa menyebabkan kematian karena kurangnya cairan dalam tubuh atau dehidrasi. Oleh karena itu, penanganan diare dengan oralit memang sangat penting. Oralit berisi campuran garam elektrolit yang berfungsi mengganti cairan dan elektrolit yang terbuang saat diare. Sayang, orangtua kurang mengerti betapa pentingnya minuman berkhasiat ini dan sebagian besar anak kurang doyan dengan oralit, padahal saat ini sudah banyak kemasan oralit yang rasanya “enak” di lidah.

Obat putih yang diminum selama 10 hari? Namanya Zinc. Obat ini ada berbagai macam bentuk, yang saya tahu bentuk tablet, sirup dan serbuk. Dengar-dengar rasanya pahit dan anak kurang doyan. Tapi tenang saja, sama dengan oralit, saat ini perusahaan farmasi sudah memproduksi bermacam rasa produk zinc dan oralit. Beberapa orangtua mengatakan setiap habis minum zinc, bikin muntah. Dari sumber yang saya baca muntah bukan efek samping zinc, jika pemberian sesuai dosis seharusnya.

Saat diare, anak akan kehilangan zinc dalam tubuhnya. Pemberian zinc mampu menggantikan kandungan zinc yang hilang dalam tubuh dan mempercepat penyembuhan. Banyak ya manfaat Zinc!

Obat zinc diberikan sekali sehari selama 10 hari berturut-turut meski diare sudah berhenti,  karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mencegah risiko terulangnya diare selama 2-3 bulan setelah anak sembuh diare. Dosisnya tergantung usia, silahkan konsul ke dokter anda. Zinc bisa dilarutkan dengan satu sendok air matang atau ASI. Zinc yang dilarutkan dengan baik akan menyamarkan rasa metalic dari zinc. Untuk anak yang lebih besar, zinc bisa dikunyah.

Apa anak diare perlu probiotik? Kalau yang ini belum direkomendasikan WHO (World Health Organization), karena masih kurangnya bukti ilmiah dari penelitian. Selain itu harga probiotik juga perlu diperhitungkan.

Yang perlu dicatat, tidak semua anak diare perlu antibiotik. Antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi, seperti diare berdarah atau diare karena kolera serta diare dengan disertai penyakit lain. Pemberian antibiotik bisa mengakibatkan resistensi kuman (kuman tidak mempan), membunuh kuman normal yang ada dalam tubuh, dan tentunya berefek samping. Begitupula anti diare yang seharusnya tidak boleh diberikan. Anti diare tidak boleh diberikan karena ketika diare, tubuh akan memberi reaksi peningkatan gerak usus untuk mengeluarkan kotoran atau racun. Anti diare akan menghambat gerakan itu, sehingga kotoran yag seharusnya dikeluarkan, justru dihambat. Anti diare juga dapat menyebabkan efek samping usus terlipat/terjepit.

Ayo para tenaga kesehatan, tuntaskan dengan LINTAS (Lima Langkah Tuntaskan) DIARE:

lintas diare

  1. Berikan oralit
  2. Berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut
  3. Teruskan ASI – Makan
  4. Berikan antibiotik secara selektif
  5. Berikan nasihat pada ibu/ keluarga

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga infonya bermanfaat!

Sumber: Buletin Diare DEPKES, Gambar

3 thoughts on “Anak Diare

    1. Alhamdulillah..semoga bermanfaat. Ada beberapa jenis diare membutuhkan antibiotik, tapi sebaiknya dilakukan pemeriksaan tinja sblmnya. Terima ksh jejaknya mom🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s