Ironis

Ironis

Hari itu semua dokter muda stase medikolegal berlari-lari ke kamar jenazah. Aroma kamar jenazah begitu menyengat, mengiringi benda terbungkus plastik hitam yang dikeluarkan dari dalam kardus berwarna cokelat kumal. Panjang benda itu tigapuluh sembilan sentimeter. Beratnya tujuh ratus lima puluh lima gram. Warnanya kehitaman, bentuknya seperti.. sesosok bayi! Ah tidak.. kata sosok sepertinya sudah tak pantas untukmu Nak.. Bagaimana bisa kami menyebutmu sosok bila kau hanya menjadi teman beribu lalat dan belatung..

Sementara di samping saya seorang sahabat berkeluh “Ya Allah sudah dua tahun menikah kami belum dikaruniai anak.. Orangtuanya sungguh tega..”

Ironis. Mei 2010.


7 thoughts on “Ironis

  1. Hhwwaaaaa… Teegaaaanyaaaa..
    *skalian komen.. Bagus ki blogmu,tulisannya ga lebar kek blog biasanya. Jadi kalo baca via hape ga
    perlu kanan kiri. I like it🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s