Bekerja dengan bukti: Kami bukan dukun

Bekerja dengan bukti: Kami bukan dukun

Percakapan seorang dokter spesialis (S) dengan koas (K) di ruang diskusi tentang seorang anak dengan sindroma down.

S: “Coba tunjukkan foto hasil kunjungan rumah kalian!”

K: Baik dok, ini fotonya..” *menunjukkan foto seorang anak dengan sindroma down..

S: Apa yang kalian lihat dari foto itu?”

K: Anak dengan klinis sindroma down dokter, dilihat dari betuk wajah dismorfik: mikrosefal, hipertelorism, low set ear, saddle nose.. Simian crease pada telapak tangan, bla bla bla…”

S: “Darimana kamu tahu kalau anak itu hipertelorism?”

K: “Dari jarak matanya dokter..”

S: “Kalian ukur? Berapa jaraknya? Mana grafiknya?”

K: “…..” *berpikir..

S: “Mana bukti kalau anak ini mikrosefal?”

K: “…..” *diam..masih berpikir..

S: “Selama 2 bulan di sini kalian belum pernah melihat grafik lingkar kepala untuk anak sindroma down?”

K: “…” *sebenarnya pernah tapi bukan untuk anak sindroma down :p

S: “Simian crease itu apa? Mana buktinya?”

K: “…” *speechless..

S: “Untuk semua yang ada di sini (dokter dan koas-red), kita bekerja dengan bukti. Jangan seenaknya liat pasien dan mengatakan pasien hipertelorism, mikrosefal, mana buktinya? Kalian semua bukan dukun, kalian mendiagnosa hal itu dengan bukti, tolong diperhatikan baik-baik.”

Alhamdulillah.. Terima kasih untuk hari terakhir yang penuh kejutan di stase pertama kami. Statement itu membuat kami belajar😀

simian crease- salah satu ciri klinis pada anak dengan sindroma down
gambar kanan (simian crease)

A simian crease is a single line that runs across the palm of the hand. People normally have three creases in their palms.

Sumber ilustrasi gambar dari sini. Link ini juga bagus..

Special thanks to Resy, Rika, Riska dan Robby – percakapan sedikit direvisi untuk membuat posting ini lebih rapi. Hihihi.. Semangat temans🙂

24 thoughts on “Bekerja dengan bukti: Kami bukan dukun

  1. saya suka kalimat “kita ini bukan duku”
    sy sering tidak puas jika ke dokter dpt diagnosa seperti dukun, sering bgt…

    o,ya. linknya sy pasang duluan ya
    senang bisa ketemu org mks
    salam hangat

  2. harusnya kamu (koas) bilang gini”bapak kan sudah tau, harusnya gak usah nanya. dah tau kok nanya….ngabisin energi gw aja gitu mah…” ha ha ha…..

  3. intelektualita selalu melulu berbicara harus dengan data, siapakah duhai tuan yang menciptakan aturan ini ?
    sang dokter hanya ingin berbagi kesalahannya kepadamu dengan cara dia…
    selamat bu dokter….
    salam blogwalking dari jogja hehe

  4. wkwkwkwk… setuju sama pak dokter spesialis, bukti konkrit bikin diagnosa lebih valid.. gyahahahaha.. bahasa apa pulak ituu.. smangat kink…!!!

  5. Msh 13,5 stase lg Pank..msh lama le kalo mw dtggu kelar.. ;P @Bukan dukun..jgn main tUduh2 yak..dilihat,diraba,diterawang..hehee

  6. Maaf..aku bingung mau koment apa, habisnya gak mudeng blasss..
    Yaudah, salam aja yaa…hehe😀

    Kunjungan balik nih, makasih udah mampir ke tempatku..
    Salam hangat dan damai selalu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s