Pendidikan Anak

Pendidikan Anak

Kisah tentang orangtua yang menanam pohon kurma. ide
Seorang tua yang sedang menanam pohon kurma, ditanya oleh seorang Raja, mengapa menanam pohon yang lama tumbuhnya. Sekarang kamu tanam, kapan akan berbuah? Si orang tua tsb mengatakan kurma yang aku nikmati sekarang-sekarang ini adalah buah dari tanaman yang ditanam pada waktu yang lalu. Si Raja termenung, dan dia berpikir, benar juga ya. Akhirnya dia dihadiahi 1000 keping emas oleh si Raja. Si orangtua berkata, baru menanam saja sudah mendapat 1000 keping, padahal belum berbuah.

Kisah tentang seorang kakek yang melihat anak kecil berwudlu sambil menangis.
Ketika ditanya mengapa wudlu sambil menangis, si anak kecil mengatakan saya teringat kepada ayat allah: Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.

Benang merah dari kedua kisah tadi adalah, mendidik anak yang kita lakukan saat ini, mungkin belum bisa kita lihat hasilnya saat ini juga, ia memerlukan proses sama halnya dengan orangtua yang menanam kurma tadi. Begitu juga anak soleh yang ditunjukan dikisah kedua tadi tentunya membutuhkan usaha dan pembiasaan-pembiasaan oleh keluarga dan lingkungannnya.

Ada beberapa prinsip dalam konteks mendidik anak yang mungkin sering kita lalai karena dianggap hal yang sederhana.

Prinsip mendidik anak :

1. Terimalah anak dengan segala potensinya

Sepertinya kalimat ini sederhana, coba kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari.

Pada saat memeriksakan kandungan istri anak yang pertama, bertemu dengan sepasang suami istri yang murung karena kehamilannya yang ke-3 ini tidak dia harapkan. Si Ibu bilang karena suaminya nekad saja sehingga tumbuh janin calon anak yang ke-3. Dia ternyata berkonsultasi dengan dokter untuk menggugurkan kandungan. Coba dibayangkan, semenjak di dalam kandungan, keberadaannya tidak diterima oleh kedua orang tuanya. Anak ini tidak diterima oleh orangtuanya sendiri.

Di Jepang ada seorang anak yang lahir tanpa 2 tangan dan 2 kaki. Ketika lahir ditungguin oleh suaminya, begitu lahir bayi laki-laki, tanpa 2 tangan dan tanpa 2 kaki, si ayah menyuruh dokter untuk menyimpan anaknya di ruangan inkubasi, ruangan khusus. Dipisahkan dari istrinya, dia tidak ingin istrinya melihat kondisi anak tersebut, khawatir istrinya tidak siap. Disampaikan kepada istrinya, anak kita memiliki kondisi spesifik sehingga memerlukan perwatan di ruang khusus, kita belum boleh menengoknya.

Hari pertama istrinya percaya, hari ke-2 masih percaya, hari ke-3, mulai tidak percaya. Dia bertanya kayak apakah kondisi anak kita, sehingga tidak diperbolehkan bertemu. Sedemikian khususkah kondisinya, sehingga meminumkan ASI pun tidak diperbolehkan. Apakah saya tidak boleh melihat anak saya, walaupun dari kaca. Karena istrinya memaksa akhirnya si Ayah berpesan ke perawat untuk mempersiapkan kasur tambahan disamping tempat di si bayi, sebagai persiapan kalau-kalau si Ibu pingsan pada saat melihat si bayi.

Melihat anaknya tanpa 2 tangan dan 2 kaki pertama kali, apa yang dilakukan si ibu. Dia gendong, dia timang-timang, dia mengatakan LUAR BIASA, ANAK KITA CAKEP SEKALI. Kalimat pertama yang terucap. Apakah karena ini anak kita disembunyikan di tempat ini. Kemudian anak itu dibawa pulang oleh orangtuanya, dikenalkan kepada keluarganya, tetang-tetangganya. Tidak sedikit pun rasa kecewa pada diri orangtua tersebut. Ke supermarket, ke acara-acara luar rumah selalu dia bawa.

Ketika anak itu mulai tambah besar, sampailah usia sekolah anak tersebut. Si anak itu dibuatkan alat berjalan menggunakan papan roda. Ia menjadi pusat perhatian di Sekolah, si guru menganggap ini tidak positif bagi perkembangan mental. Si gurunya menyuruh turun, alat itu kemudian dibanting, diinjak-injak. Kamu itu anak normal, kamu bisa jalan. Kemudian si anak itu berjalan dengan menggeser-geserkan badannya dan akhirnya tumbuh menjadi anak yang mandiri.

Lulus SD ia lulus berprestasi, SMP, SMA berprestasi. Ketika dibangku kuliah, ia daftar klub basket. Ia adalah Hirotada Ototake. Ia ditertawakan pada awalnya, mereka bilang bahwa kami saja yang punya 2 tangan, 2 kaki, klub kami sering kalah. Apalagi kamu. Akhirnya ia buktikan bahwa ia bisa. Ayahnya mendidik dia dengan sering dilatih menangkap dan melempar bola, sehingga pas dewasa semakin mahir. Semenjak masuknya Hirotada Ototake ke tim Basket, timnya selalu menang, apa kuncinya ? ternyata mereka terpacu oleh semangatnya Ototake.

Ini berawal dari rumah. Semenjak kehadirannya, ia diterima sepenuh hati sebagai anak yang normal. Tidak malu orang tuanya. Kita mungkin terkadang merasa malu berkunjung ke rumah tetangga atau keluarga dengan membawa anak kita. Kita sering bilang, kamu tunggu di rumah ya, nanti kamu malu-maluin. Maka kata malu-maluin akan tertanam di benak si anak, oh iyya ya, saya malu-maluin. Kamu anak cacat, oh iyya ya saya anak cacat. Tapi kalau si orang tua itu mengatakan kamu bisa, si anak akan berfikir ya saya bisa. Kamu anak normal, ya saya anak normal, kamu bisa bermanfaat buat orang lain. Ya … saya pun bisa bermanfaat buat orang lain.

Sekarang, Hirotada Ototake adalah seorang anak muda dengan sejuta kesibukan luar biasa. Seorang trainer internasional. Diundang oleh berbagai Negara. Setiap kali berada dalam suatu forum untuk memberikan motivasi, ia sering mengatakan Saya, tanpa 2 kaki, tanpa 2 tangan, bisa mengelilingi dunia. Anda dengan 2 kaki anda, dengan 2 tangan anda belum tentu bisa.

Kunci orangtua menerima anak dengan segala potensinya.

2. Berikan kepada mereka kata-kata yang baik

Kata kamu malu-maluin, ini bukan kata-kata yang baik. Tapi kalau kita ganti dengan kamu anak hebat, anak luar biasa, mudah-mudahan semakin menurut ya sama ibu. Itu akan lain perasaan anak.

Kalau anak memecahkan gelas mungkin kita akan memarahi. Ibu kan sudah bilang bawa gelas jangan begitu cara, pecah lagi kan !! yang harus diingat adalah memarahi bukan cara mendisiplinkan anak. Mendidik di satu tempat, Marah di tempat lain. Marah itu melampiaskan emosi. Kadang kalau kita marah ke suami, anak jadi tempat pelampiasan.

Berikan kata-kata terbaik. Dari contoh diatas Hirotada Ototake adalah salah satu contoh yang baik. Dia juga ikut klub Pendaki gunung. Walaupun sempat ditolak, ia tetap berkeras untuk mendaftar dan bertekad tidak akan merepotkan. Akhirnya bisa.

Contoh kisah lain adalah, seorang gelandangan necis anak seorang professor, dosen salah satu universitas bergengsi di Jogja. Ketika ditanya kenapa berada disini, ini karena sering terngiang-ngiang perkataan malu-maluin.

Mulai SD, SMP, SMA, nilainya langganan jelek. Setiap mendapatkan raport selalu dibentak-bentak, kamu malu-maluin. Sampai kuliah, IP nya jelek. Akhirnya dia kabur dari rumah dan menggelandang di jalanan. Disuruh pulang ke nggak mau, dia malah berkata inilah saatnya saya mempermalukan ayah saya, karena saya sering dibilang malu-maluin sedari kecil.

Mudah-mudahan menjadi contoh bagi kita untuk senantiasa memberikan kata-kata yang terbaik kepada anak-anak kita. Kalau kita perhatikan anak-anak kita yang mulai belajar berjalan dari merangkak, kita support dia ayo jalan-jalan, walaupun akhirnya jatuh. Tapi tidak kita marahi. Kamu bodoh, masa berjalan saja tidak bisa, nih seperti ini kalau berjalan, kan tidak demkian. Anak kita menjadi cepat berjalan salah satunya karena dukungan kita. Apresiasi positif akan mempercepat proses pembelajarannya.

3. Temanilah anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangannya

Jangan sampai anak kita menjadi anak yatim padahal ibu bapaknya lengkap.

Ada kisah seorang guru SMA di jawa. Kan kalau di jawa gaji guru honorer tidak sebesar disini lah. Selain mengajar juga memiliki kegiatan mengajar privat/les untuk mendapat tambahan. Sehingga kegiatannya semakin bertambah. Selesai mengajar, langsung Bimbingan privat / les. Sehingga selalu pulang larut malam.

Anaknya yang masih kelas 4 SD sering meminta waktu bapaknya tetapi belum dapat dipenuhi. Suatu hari ia pengen dibelikan papan catur, akhirnya dibelikanlah papan catur. Ia sebenarnya pengen diajari bagaimana cara main catur. Akhirnya bicaralah sama ayahnya, dan setuju malam ini ayah akan mengajarkan kamu main catur sepulang mengajar.

Ketika ditunggu-tunggu tidak datang juga. Ba’da maghrib, belum pulang. Ba’da Isya belum pulang. Si anak bertanya-tanya kepada ibunya kenapa belum pulang. Ayah masih sibuk nak. Si anak bertanya berapa sih bu ayah dibayar untuk mengajar. Ibunya bilang 1 jam ayah dibayar privat itu 50 rb. Si anak kemudian terus menunggu sambil tertidur di atas papan catur.

Sekitar jam 10 malam, ayahnya baru pulang dan melihat anaknya tengah tertidur diatas papan catur dan disampingnya ada uang celengan sebesar 40 rb. Si anak terbangun, kemudian langsung menyapa ayahnya, ayah bisa nggak minta uang 10 ribu, buat apa.? Uang saya kurang 10 ribu untuk membeli waktunya ayah selama 1 jam.

Seringkali kita perhatikan orang tua terlalu sibuk sampai melupakan masa pertumbuhan anaknya.

  • Anak-anak perlu diajak ngobrol. Kadang orangtua terutama bapak jarang berbicara ke anak. Sehingga sering ditemukan anak yang segan ke orangtuanya. Tidak berani ngobrol, curhat, akhirnya curhat ke temannya. Mending kalau temannya baik, kalau tidak malah bisa terjerat pergaulan bebas, narkoba, dll.
  • Rapat keluarga perlu dibuat.
  • Sistem kerja di tambang lain (6 minggu – 2 minggu). Ini berpotensi mengganggu perkembangan mental anak. Kisah karyawan yang disebut om oleh anaknya.
  • Untuk para suami bahkan diusahakan menemani istrinya pada saat melahirkan, biar ikut merasakan juga penderitaan istri kita. Begitu lahir kita azan telinga kanan, iqomah telinga kiri. Menggosok langit-langit mulut bayi dengan kurma/madu.

4. Berilah pembiasaan yang baik kepada anak-anak

Kesolehan seorang bapak belum tentu bisa mewariskannya kepada anaknya. Banyak contoh, nabi nuh, luth dan lain sebagainya.

Anak memerlukan pembiasaan yang baik. Kewajiban orangtua, diantaranya:

  • Memberi nama yang baik
  • Aqiqah (menyembelih hewan pada hari ke-7, 14. 21 atau semampu orangtuanya). Laki-laki 2 ekor kambing, Perempuan 1 ekor kambing
  • Mencukur rambut
  • Mencintai nabi, mencintai keluarga nabi dan mencintai al-quran.
  • Pada saat anak bisa membedakan tangan kanan dan kirinya, suruhlah ia melaksanakan shalat. Bagi anak laki-laki juga dibiasakan shalat jum’at.
  • Membawa anak ke masjid, membiasakan shalat berjamaah.
  • Pengenalan ibadah puasa, haji, zakat dan ibadah lainnya.
  • Pembiasaan mengucapkan salam
Advertisements

19 thoughts on “Pendidikan Anak

  1. ooo..boleh..boleh…oo artikelnya dari abinya kiki y..heee..bgs bgt y…qt bisa blajar banyak dari situ…
    salam ma keluarga adiyono..

  2. qi..seneng bgt baca artikel u…bgs bgt..erni jadi tringat ma kk seniorku yang dah wisuda kmrn..dia cacat..kakinya pendek..tapi dia cantik..tapi subahannalah allah memberikan kelebihan yang bgtu luar bisa…dia pinter…kmrn aja di cumlaude …jurusan sastra inggris…. wuih..salut ma dia….apalgi dia bruntung bgt ortunya sayang bgt sama dia sampe2 k kmpus n keman aja dia pergi diantarin naek mtr…orangnya gak pernah ngeluh…selelu tersenyumm dgn keadaannya….
    wah jd banyak dapet ilu ni dari blog mu q

    1. salut denger cerita erni..what a perfect ALLAH…manusia dengan segala kekurangan dan kelebihannya..

      alhamdulillah, makasi kunjungannya ke blogku ya erniii…sering2 mampir yaa…hihihi…
      artikel ini dari om adiyono, makanya di masukin di “bilik abi” 🙂


  3. @ya2t:
    yah, kurang lebih begitu yat… 🙂

    @kak ivan:
    nd bercanda juga ndak papa kak, memeriahkan blog-ku…. *arrririiiiiiiiiriiiiiii
    biii nabela mbakq….xixixi

  4. tenang aja de’, nyantai aja ma comment2 kek gitu. semua becanda kok. lama2 juga kebal ^_^

    kl ada comment berarti kan ada fans (Kikie Blog Fans Club) *tanda tangan dunk ^^

    Yang penting kan niatnya. iya g? *Dalamnya samudra bisa diukur, tapi dalamnya hati…. *ahhingg

    keep posting ok. (~.^)y

  5. mengangkat hal2 yg ‘dapur’ menjadi layak untuk diperbincangkan, setajam SIL**…. (hihihi….)

    back to topic… (*serius nih)
    berarti kalo sering ‘ringan tangan’ pada anak waktu masih kecil bisa mengganggu kondisi psikisnya nanti pas dewasa ya…..

  6. nda kok sist, klinikq kan penuh kdamaian. heheh..masa’ gt aj marah.. cuma mbok ya komenx dhubungkan ma artikel..hi5x. tp tserah yg komen wis..saia senyum saja dgn kabar kabur infotaiment 🙂

  7. Ck ck ck.. Marah betUlan kah or? Memang bgt kalaw artiz dEk.. Whatever,wherever,however,slalu jd bahan menarik u diperbincangx.. He5x..

  8. @mb yhan:
    ah..mo brhenti posting saia. ke mana2 slalu “dijuruskan ke..” emg ada apa tho??? org niat baik..
    trpleset keknya komenmu.. bukan dsni t4nya.. 😦
    apa alamat blogmu? kowe saja sing post2 artikel pap. capek saia..

    @kak ivan:
    ikut2 lg ni brother satu..ckckck.. *mb yhan, diikuti ko sama kak ivan :p

  9. Cihuyy…semakin menjurus. Kmaren2 masalah dapur. Sekarang mendidik anak..hihihi..beruntungnya itu suamimu nanti le’..
    Bagus dek..(“,)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s