Cuci Tangan WHO
Pada prakteknya cuci tangan harus dilakukan sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan asepsis, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
Berikut cuci tangan dari WHO:
Basuh tangan dengan air, tuangkan sabun secukupnya, ratakan dengan kedua telapak tangan

Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya

Gosok kedua telapak tangan dengan sela-sela jari

Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci

Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya

Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya

Bilas kedua tangan dengan air mengalir, keringkan dengan handuk sekali pakai sampai benar-benar kering, gunakan handuk tersebut untuk menutup kran
Jadi ingat jaman pertama kali masuk kamar operasi, saat disuruh jadi asisten operasi odontektomi di stase gigi dan mulut. Malunya luar biasa kala itu, jelas saja setelah cuci tangan saya mengembalikan lengan baju yang sebelumnya disingsingkan dan membuka pintu dengan tangan (untung wajah ini gak ketahuan karena pakai masker, jadi gak usah tutup muka lagi..hehehe). Ya Allah, waktu itu masih culun banget jadi dokter muda. Mengingat kejadian itu, jjadilah postingan tentang langkah mencuci tangan ini. Semoga bermanfaat! Ingat kebersihan sebagian dari iman
Posted on July 9, 2011, in Medical Record: Sedikit Cerita :) and tagged Bedah, Koas. Bookmark the permalink. Leave a Comment.



Leave a Comment
Comments (0)