Bangsal itu penuh, berganti pasien dengan penyakit-penyakitnya yang cukup komplek. Diare, kejang demam, bronkopneumoni, penyakit jantung bawaan, leukemia dan lainnya. Sungguh tak sampai hati melihat adik-adik kecil yang sedang menangis, menatap dengan polosnya wajah tenaga medis di sekitarnya. Ada yang merengek minta selang infusnya dilepas, ada yang makan dengan tangan kiri karena tangan kanannya diinfus, ada yang tak ingin lepas dari ibunya saat didekati tenaga medis dan ada yang tertidur pulas sejenak melupakan sakitnya.
Berbeda dengan seorang adik berinisial M yang hanya bisa terbaring. Tangan dan kakinya tak bisa digerakkan. Sampai saat ini dokter yang menangani masih mencari penyebab Diplegi adik berusia 9 tahun itu. Sudah 2 minggu ia hanya terbaring lemas di kasurnya. Ibu dan ayahnya hanya bisa menemani dan membantu kebutuhan sang anak… Menyuapi sampai mengurus MCK.
M tak mengeluh apa-apa sebelum akhirnya lumpuh kedua tangan dan kaki. Kata kedua orangtua, anak sempat panas ngelemeng sebelum masuk rumah sakit. Tidak ada riwayat penyakit seperti itu dalam keluarga maupun tetangga sekitar. Riwayat imunisasi lengkap kecuali polio, akan tetapi pemeriksaan fisik dan lab tidak mendukung ke arah polio. Hm.. semoga adik M diberi kesehatan biar bisa pulih seperti teman sebayanya yang lain. Amiin..
*Diplegi: lumpuh kedua tangan dan kaki, di mana kelumpuhan kaki lebih dari tangan





Panas ngelemeng apaan sich Q?
xixixi…sejujurnya saya juga sedikit bingung, ummi..
soalnya itu bahasa pasien.. mungkin bahasa daerah kali ya? sepertinya artinya demam subfebril (bahasa medisnya)…*hmm…bener ga ya??