Allahuakbar! Besok sudah bulan juli dan tugasku di penghujung semester belum rampung. Karya tulis ilmiah (KTI) belum jalan karena masalah birokrasi peralatan yang begitu susahnya. Sementara akhir agustus tugas itu harus selesai. Bagaimana pertanggung jawaban saya pada orangtua yang telah mendukung perjuangan ini 
Maha suci Allah yang telah memberi banyak pelajaran dari pilihan saya pada “judul KTI” ini, tugas akhir yang simple tapi ribet… Salah satunya dari pelajaran yang saya peroleh hari ini: tak ada yang mengetahui bagian dari judul karya tulis saya. Mengapa demikian? Karena negara kita belum berkembang dengan masalah yang saya dan 3 teman lain bahas dalam karya tulis… Ya Allah, tolong kami… Begitu terlambatkah negara kita dengan perkembangan ilmu dan teknologi, khususnya di bidang medis…
“Judul” itu, sudah menjadi pilihan yang harus kami jalani. Jadi ingat ketika saya bersama teman pertama kali menyusuri Semarang begitu jauhnya demi mencari peralatan untuk percobaan kami. Perjalanan menelusuri Jl. Gajah Mada, Soekarno Hatta sampai tembus di Mesjid Agung. Perjalanan tanpa arah dengan bekal peta Semarang dan hasil nihil. Kami lalu memutuskan memesan peralatan ke Jakarta, dan alhamdulillah ada satu alat yang tersedia di sana… Beberapa hari kemudian, kami diberi nomer kontak oleh seseorang yang mengetahui tempat penjualan alat yang kami cari di Semarang. Huk… Sayangnya karena kesenjangan antara penjualan dan kebutuhan, peralatan belum dipesan. Lain dengan masalah reagen yang begitu rumit… Regulator CO2 yang entah di mana…
Qaddarallahu wama syaa’a fa’al, Allah telah menakdirkan sesuatu dan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi… Saya yakin ada hikmah di balik semua yang telah terjadi, dan saya yakin rencana Allah pasti lebih indah… Yakin keindahan dunia berbalut kesusahan, di balik kesulitan ada kemudahan (Q.S. Al-Insyiraah: 6) 





Yeah smangat de’ q, allah gak bakalan memberi beban melebihi kemampuan hambanya.. So, kamu pasti bisa..
insya Allah, jazakillah kak lia.. alhamdulillah, jadi semangat